Harta Yang Kita Bawa Mati

Sahabat Yayasan Rumah Bina Sejahtera, yang dirahmati Allah. Sering kita mendengar istilah, "harta tidak akan dibawa mati". Mungkin ungkapan itu benar adanya ketika kita terlalu sibuk dalam urusan mengumpulkan harta di dunia ini, sampai terlena bahkan karena kesibukan aktivitas tersebut meninggalkan waktu sholat dan lain sebagainya.

Akan tetapi, perlu kita pertanyakan kembali.
Siapa bilang harta tidak dibawa mati?

rbs.or.id - Harta Yang Kita Bawa Mati
Mari kita perhatikan apa yg telah Allah janjikan di dalam Al-Qur'an:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."
[QS. Al-Baqarah (2) : 245]

Itulah janji Allah kepada hambaNya.

Dan ternyata harta itu dapat dibawa mati. Harta yang kita dapatkan di dunia ini dapat 

kekal dan kita nikmati sampai nanti kita menghadap Allah Azza sa Jalla, yaitu dengan cara menafkahkan harta kita di jalan Allah, dengan membantu sesama seperti fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalanNya, dan lain sebagainya.

Bahkan Allah juga menjanjikan bahwa harta yang kita simpan untuk menghadapNya justru akan berlipat ganda, sebagimana firmanNya:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
[Al-Baqarah (2) : 261]

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa ketika kita memang benar-benar mencintai harta yang kita dapatkan didunia ini, dapat kita bahwa mati, bahkan dapat kit nikmati di akhirat kelak, yaitu dengan cara menafkahkannya di jalan Allah, agar kelak di akhirat kita bisa mengambil nya berupa pahala yang berlipat. Karena sesungguhnya salah satu Amal kebaikan yang pahalanya dapat terus mengalir adalah sedekah jariyah.

#IndahnyaBerbagi

Donasi

0 Response to "Harta Yang Kita Bawa Mati"

Posting Komentar



Lingkup Sosial Pendidikan

Lingkup Sosial Pendidikan

Masa depan suatu Negara tertumpu pada kualitas pendidikan generasi. Melalui program pendidikan, RBS berupaya ikut serta membantu memberikan pelayanan untuk mencerdaskan anak bangsa, dan selektif memberikan beasiswa untuk anak-anak yatim dhu'afa' yang berprestasi.
Baca Selengkapnya >>>

Lingkup Kemanusiaan

Lingkup Kemanusiaan

Solidaritas adalah kunci utama persatuan suatu bangsa. Dengan semangat gotong-royong, RBS bersinergi dengan para relawan dan elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah dan memberikan bantuan untuk kalangan masyarakat tidak / kurang mampu.
Baca Selengkapnya >>>

Lingkup Keagamaan

Lingkup Keagamaan

Agama merupakan faktor utama dalam membangun akhlaq manusia utamanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. RBS turut serta memberikan fasilitas pembelajaran dalam bidang agama yang sejalan dengan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Selengkapnya >>>