Memahami Makna Zakat

Zakat merupakan salah satu kewajiban dan bagian dari rukun Islam. Perintah zakat di dalam Al-Qur’an diulangi hingga 34 kali. Dan tingkatan zakat sebanding dengan Shalat, sebagaimana firman Allah SWT. ;

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'."
[Q.S. Al-Baqarah (2) : 43]

Makna Zakat
rbs.or.id - Makna Zakat

Zakat adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi nishab / syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat agama, dan disalurkan untuk orang–orang yang telah ditentukan, yaitu delapan golongan asnaf yang berhak menerima zakat sebagaimana yang firman Allah SWT. di dalam Al-Qur’an ;

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
[Q.S. At-Taubah (9) : 60]

Istilah zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

#Pertama, bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menerangkan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah SWT., niscaya Allah akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwanya.
Allah SWT. berfirman ;

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
[Q.S. At-Taubah (9) : 103]

#Kedua, zakat bermakna juga sebagai Al-Barakatu artinya berkah / keberkahan. Makna ini menjelaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat akan diberikan keberkahan hartanya oleh Allah SWT, kemudian dengan adanya keberkahan harta ini akan berdampak juga pada keberkahan hidup.
Sebagaimana do'a Rasulullah SAW. berdo’a untuk seseorang yang memberikan unta yang bagus sebagai pembayaran zakat:

اَللّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ، وَفِي إِبِلِهِ
"Ya Allah, berikanlah keberkahan untuk dirinya dan unta-untanya."
[HR. An-Nasa-i: Kitab az-Zakaah, bab al-Jam’i bainal Mutafarriq wat Tafriiq ba-inal Mujtama’ (V/30, no. 2458)]

Dan keberkahan ini terjadi dikarenakan harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih atau dalam kata lain sudah tidak bercampur dengan hak-hak para asnaf di dalam rizqi kita.

Diibaratkan manakala kita hendak mengkonsumsi makanan seperti layaknya buah-buahan yang harus dikupas kulitnya yang bukan hak kita, dan sudah dipastikan kulit hanyalah sebagian kecil dan tidak mengurangi buah tersebut. Sama halnya dengan harta kita, jika kita keluarkan untuk zakat, sebagian kecil dari harta kita tersebut tidak ada artinya dan dapat dipastikan lebih sehat untuk digunakan, lebih berkah untuk dinikmati.

#Ketiga, zakat juga bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menjelaskan bahwa orang yang menunaikan zakat, harta orang tersebut (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang, selalu bertambah dari arah yang tidak disangka-sangka. Hal ini juga disebabkan karena kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajibannya untuk zakat.

Pasti didalam realita hidup, kita tidak pernah dan tidak akan pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian seseorang banyak mengalami masalah dalam harta, usaha dan bisnisnya. Orang yang selalu menunaikan zakat, tidak ada yg mengalami rugi dalam usahanya, bangkrut, kehancuran, dan lain sebagainya.

Justru akan terjadi sebaliknya, orang yang menunaikan zakat akan dilancarkan usaha dan bisnisnya.

Karena pada dasarnya menurut ilmu Allah yang Maha Pemberi rizqi, zakat yang kita keluarkan tidak akan pernah mengurangi harta kita, bahkan akan menambah harta kita dengan berlipat ganda.
Allah SWT berfirman ;

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
“Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan.”
[Q.S. Ar-Rum (30) : 39]

#Keempat, zakat juga bermakna sebagai As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yakni orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu jauh dari masalah atau dalam kata lain akan selalu beres.

Orang yang selalu ditimpa musibah atau masalah, misalnya kebangkrutan, kecurian, kerampokan, hilang, dan lain sebagainya boleh jadi karena ada permasalahan di dalam hartanya, dan sudah dapat dipastikan mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka, hartanya masih bercampur dengan hak-hak orang lain di dalamnya. Diibaratkan makanan berwujud buah-buahan, apabila dikonsumsi beserta kulinya pasti dapat berakibat buruk, minimal akan terjadi sakit perut, dan untuk menyembuhkan dibutuhkan biaya yang melebihi dari nilai kulit tersebut. Begitupula harta jika masih tercampur dengan hak para asnaf di dalamnya, akan mendapatkan permasalahan-permasalahan di dalam harta orang tersebut.
Sedangkan di dalam Al-Qur'an, Allah SWT. telah berfirman ;

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."
[Q.S. At-Taubah (9) : 34]

Sahabat Rumah Bina Sejahtera, semoga kita sebagai umat muslim yang beriman tidak akan pernah lalai untuk menunaikan zakat, untuk mensucikan harta kita, mendapat keberkahan, diberikan rizqi yang berlipat dan terhindar dari segala permasalahan yang diakibatkan dari kelalaian seseorang untuk menunaikan zakat. Aamiin...



Donasi

0 Response to "Memahami Makna Zakat"

Posting Komentar



Lingkup Sosial Pendidikan

Lingkup Sosial Pendidikan

Masa depan suatu Negara tertumpu pada kualitas pendidikan generasi. Melalui program pendidikan, RBS berupaya ikut serta membantu memberikan pelayanan untuk mencerdaskan anak bangsa, dan selektif memberikan beasiswa untuk anak-anak yatim dhu'afa' yang berprestasi.
Baca Selengkapnya >>>

Lingkup Kemanusiaan

Lingkup Kemanusiaan

Solidaritas adalah kunci utama persatuan suatu bangsa. Dengan semangat gotong-royong, RBS bersinergi dengan para relawan dan elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah dan memberikan bantuan untuk kalangan masyarakat tidak / kurang mampu.
Baca Selengkapnya >>>

Lingkup Keagamaan

Lingkup Keagamaan

Agama merupakan faktor utama dalam membangun akhlaq manusia utamanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. RBS turut serta memberikan fasilitas pembelajaran dalam bidang agama yang sejalan dengan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Selengkapnya >>>