Tinggalkan Hal yang Kurang Bermanfaat

Sebagai umat muslim selain kita menjauhi larangan dari Allah sebagai wujud taqwa, kita juga selayaknya untuk menghindari hal-hal yang sifatnya kurang atau tidak bermanfaat.
rbs.or.id - Tinggalkan Hal yang Kurang Bermanfaat
rbs.or.id - Tinggalkan Hal yang Kurang Bermanfaat

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda;
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.
[HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan ataupun perbuatan. [Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:288]

Dalam ajaran Islam dikumpulkan berbagai macam kebaikan (mahasin), yaitu:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa kebaikan Islam terkumpul dalam dua kalimat dalam firman Allah SWT.;
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
[QS. An-Nahl (16) : 90]

Tanda baiknya seorang muslim adalah dengan ia melakukan setiap kewajiban. Juga di antara tandanya adalah meninggalkan yang haram sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain.
[HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40]

Jika seseorang itu Islam harus menjadi manusia yang baik, dan sudah barang tentu ia harus meninggalkan perkara yang haram, yang syubhat dan perkataan yang makruh, begitu pula sesuatu yang berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak diperlukan.

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat seperti itu menunjukkan baiknya seorang muslim. Demikian perkataan Ibnu Rajab Al Hambali yang kami rangkum secara sederhana. [Lihat Jaami’ Al-‘Ulum wal-Hikam, 1:289].

Kata Ibnu Rajab rahimahullah;
Mayoritas perkara yang tidak bermanfaat muncul dari lisan yaitu lisan yang tidak dijaga dan sibuk dengan perkataan yang sia-sia.
[Jaami’ Al-‘Ulum wal-Hikam, 1:290]

Sedangkan menjaga lisan ini sudah ditegaskan dalam ayat berikut yang menjelaskan adanya pengawasan malaikat terhadap perbuatan yang dilakukan oleh lisan ini. Allah SWT. berfirman ;
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ, إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ, مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
[QS. Qaaf (50) : 16-18].

Ibnu ‘Abbas mengatakan;
Yang dicatat adalah setiap perkataan yang baik atau buruk. Sampai pula perkataan ‘aku makan, aku minum, aku pergi, aku datang, sampai aku melihat, semuanya dicatat. Ketika hari Kamis, perkataan dan amalan tersebut akan dihadapkan kepada Allah.
[Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 13:187].

Dalam hadits Al-Husain bin ‘Ali disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda;
إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلاَمِ فِيمَا لاَ يَعْنِيهِ
Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah mengurangi berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat.
[HR. Ahmad, 1: 201. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan adanya syawahid/penguat]

Abu Ishaq Al-Khowwash berkata;
إن الله يحب ثلاثة ويبغض ثلاثة ، فأما ما يحب : فقلة الأكل ، وقلة النوم ، وقلة الكلام ، وأما ما يبغض : فكثرة الكلام ، وكثرة الأكل ، وكثرة النوم
Sesungguhnya Allah mencintai tiga hal dan membenci tiga hal. Perkara yang dicintai adalah sedikit makan, sedikit tidur dan sedikit bicara. Sedangkan perkara yang dibenci adalah banyak bicara, banyak makan dan banyak tidur.
[HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, 5:48]

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata;
من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه
Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat.

Setelah menyebut perkataan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz di atas, Ibnu Rajab rahimahullah berkata;
Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya.
[Jaami’ Al-‘Ulum wal-Hikam, 1:291]

Ibnu Rajab rahimahullah berkata;
Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna.
[Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:295]

Disini kami mengajak kepada kaum muslimin untuk senantiasa menjaga diri kita dari perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat, semata-mata menjalankan perintah Allah untuk menyeru kebaikan dan kebajikan, dan terhindar dari hal-hal yang mungkar. Firman Allah SWT.;
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung
[QS. Ali Imran (3) : 104]

Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung di dunia ini untuk bekal kelak di akhirat nanti. Aamiin...


Donasi

0 Response to "Tinggalkan Hal yang Kurang Bermanfaat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel