Sholat yang Dapat Dikerjakan di Akhir Waktu

Sholat merupakan suatu amalan yang pertama kali dihisab. Dan dalam kesehariannya sholat memiliki ketetapan waktu. Firman Allah di dalam Al-Qur'an:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Sesungguhnya sholat bagi orang yang beriman memiliki waktu yang telah ditetapkan.
[QS. An-Nisa’ (4) : 103]

Dari masing-masing waktu sholat sudah seharusnya kita memperhatikan secara serius dan jangan sampai terbengkalai.

Mari kita perhatikan firman Allah berikut:
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ
Dan datanglah orang-orang setelah mereka yang menyia-nyiakan sholat.
[QS. Maryam (19) : 59]

Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya menerangkan dari Al-Auza’i dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhoymiroh, mengenai ayat tersebut, Al Qosim berkata bahwa yang dimaksud ayat ini ialah;
Mereka adalah orang-orang yang menyia-nyiakan waktu sholat, sedangkan jika sampai meninggalkan sholat, maka mereka adalah orang kafir.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sholat harus kita segerakan, tepat pada waktunya, dan berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam ayat Al-Qur'an:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
Maka berlomba-lombalah (dalam hal) kebaikan.
[QS. Al-Baqarah (2) : 148]

Dalam riwayat hadits, menyatakan bahwa sholat di awal waktu itulah yang paling afdhol;
عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ : الصَّلاَةُ فِى أَوَّلِ وَقْتِهَا
Dari Ummu Farwah, dia berkata, “Rasulullah SAW. pernah ditanya amalan apakah yang paling afdhol? Beliau (Rasulullah) menjawab, “Sholat di awal waktunya.
[HR. Abu Daud, No.426 dan Tirmidzi, No.170. (Hasan shohih menurut Al-Hafizh Abu Thahir)]

Selain dari dasar tersebut, diantara waktu sholat ada juga yang dianjurkan oleh para ulama' untuk diakhirkan. Dengan kata lain terdapat juga sholat yang boleh diakhirkan.
rbs.or.id - Sholat yang Dapat Dikerjakan di Akhir Waktu
rbs.or.id - Sholat yang Boleh Diakhirkan

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengatakan:
وَالْأَفْضَلُ تَقْدِيمُ اَلصَّلَاةِ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا إِلَّا
١, العشاءَ إذا لم يشق
٢, الظهرَ في شدة الحر
قَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم:“إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلاةِ، فَإِنَّ شِدَةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّم"
Yang afdhol ialah mendahulukan sholat pada awal waktu, kecuali ;
(1) Sholat Isya' selama tidak memberatkan dan
(2) Sholat Zhuhur ketika cuaca begitu panas. Nabi (Muhammad) SAW. bersabda: 'Jika cuaca sangat terik, akhirkanlah sholat zhuhur sampai waktu dingin karena terik panas yang sangat merupakan hawa panas neraka Jahannam'.

Berdasarkan kesepakatan para ulama, yang paling afdhol adalah mengerjakan sholat pada awal waktu. Namun dapat dikecualikan dua waktu sholat berikut, yaitu:

1, Sholat Isya’,

Sholat isya' berdasarkan jumhur ulama disyariatkan untuk diakhirkan.

Hal ini tertuju bagi orang yang sholat munfarid / secara sendirian atau bagi mereka yang berjamaah namun dengan kesepakatan bersama diantara mereka, yakni diakhirkan sampai 1/3 malam pertama atau sebelum pertengahan malam.

Riwayat hadits dari Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW. pada suatu malam mengakhirkan sholat Isya' sampai tengah malam, lalu beliau hadir di hadapan kami setelah sholat, kemudian beliau bersabda:
صَلَّى النَّاسُ وَرَقَدُوا وَلَمْ تَزَالُوا فِى صَلاَةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا
Orang-orang sholat kemudian tidur, sedangkan kalian terus menerus berada dalam sholat sejak kalian menunggu sholat tersebut.
[HR. Bukhari, No. 661]

2, Shalat Zhuhur,

Sholat Zhuhur boleh diakhirkan ketika ketika cuaca sangat panas.

Dengan adanya cuaca yang sangat panas disunnahkan untuk sholat zhuhur dengan mengakhirkan waktunya sampai cuaca tidak terlalu panas, dengan catatan sebelum masuk waktu Sholat 'Ashar.

Hal ini didasarkan pada riwayat hadits dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar, Rasulullah SAW. bersabda:
إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
Jika cuaca sangat terik, akhirkanlah sholat zhuhur sampai waktu dingin karena terik panas yang sangat merupakan hawa panas neraka Jahannam.
[HR. Bukhari, no. 536 dan Muslim, no. 615)

Namun sebagai catatan, bahwa untuk sholat Zhuhur ini dapat dikatakan afdhol untuk diakhirkan manakala memang panas sangat terik. Sebagai dasar, mari kita simak riwayat hadits yang lain, Dari Anas bin Malik berkata;
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا اشْتَدَّ الْبَرْدُ بَكَّرَ بِالصَّلاَةِ ، وَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ أَبْرَدَ بِالصَّلاَةِ
Nabi (Muhammad) SAW. biasanya jika keadaan sangat dingin beliau menyegerakan sholat dan jika keadaan sangat terik beliau mengakhirkan shalat.
[HR. Bukhari, No. 906]

Itulah waktu sholat yang diperbolehkan bahkan lebih afdhol jika diakhirkan. Semoga dengan adanya penjelasan ini dapat menambah pengetahuan kita semua. Semoga bermanfaat...



Donasi

0 Response to "Sholat yang Dapat Dikerjakan di Akhir Waktu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel