Manfaat Muhasabah Diri

Dalam istilah mudahnya, muhasabah adalah introspeksi diri. Yaitu melihat amalan-amalan yang telah diperbuat oleh seseorang pada beberapa waktu yang lalu, sebagai bahan evaluasi dengan tujuan untuk perbaikan diri sehingga beberapa waktu kedepan akan menjadi lebih bermanfaat.

Seseorang sangat perlu untuk melakukan muhasabah karena kita yakin, bahwa kita semua terdapat beberapa kekurangan, sekalipun sudah berupaya untuk menaati perintah dan ajaran Allah namun terkadang terdapat kesalahan-kesalahan yang terselip dalam keseharian kita.
rbs.or.id - Manfaat Muhasabah Diri
rbs.or.id - Manfaat Muhasabah Diri


Perintah Allah dalam hal bermuhasabah, sebagaimana firmanNya di dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Hai orang-orang beriman, bertawalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri (manusia) memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan jangan kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
[QS. Al-Hasyr (59) : 18-19]

Kandungan dari ayat tersebut sudah jelas bahwa kita diperintah untuk mengoreksi diri. Dan apabila tergelincir dalam suatu kesalahan akan segera dapat kita perbaiki dan bertaubat kepadaNya. Apabila terdapat suatu kekurangan dalam melaksanakan perintahNya akan segera meningkatkan kualitas dan berusaha untuk melengkapi, sekalipun kemungkinan untuk menjadi sempurna sangatlah sulit, mengingat kesempurnaan hanyalah milik Allah Azza Wa Jalla.

Secara spesifik, beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari upaya kita bermuhasabah diantaranya:

#1 Meringankan hisab pada hari kiamat


Dengan kita senantiasa bermuhasabah, dan mengkoreksi amalan kita untuk menjadi lebih baik dari beberapa waktu lalu akan memberikan manfaat kepada diri kita nanti di hari kiamat, yaitu akan diringakan hisab kita oleh Allah SWT.

Umar bin Al-Khattab r.a. mengatakan, “Hisablah diri kalian sendiri sebelum dihisab, dan itu akan memudahkan hisab kalian kelak (di hari kiamat). Timbanglah amal kalian sendiri sebelum ditimbang kelak. Dan ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat.

Kemudian Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah juga mengatakan,
Orang mukmin itu yang rajin menghisab dirinya dia mengetahui bahwa ia akan berada di hadapan Allah kelak. Sedangkan orang munafik ialah orang yang lalai terhadap dirinya sendiri. Semoga Allah merahmati seorang hamba yang senantiasa mengoreksi dirinya sebelum datang malaikat maut menjemputnya.
[Tarikh Baghdad, 4:148. A’mal Al-Qulub, hlmn 372]

#2 Selalu berada dalam petunjuk


Manfaat bermuhasabah yang kedua adalah menyelamatkan diri kita sehingga selalu dalam karunia dan petunjuk Allah.

Disebutkan oleh Imam Al-Baidhawi rahimahullah dalam tafsirnya, bahwa:
Seseorang dapat terus berada dalam petunjuk Allah jika rajin mengoreksi amalan-amalan yang telah dia lakukan.
[Tafsir Al-Baidhawi, 1:131-132. A’mal Al-Qulub, hlmn 372]

Pada kenyataannya seseorang yang dapat selalu bermuhasabah akan diberikan petunjuk oleh Allah dan tidak tergelincir karena dia akan mengoreksi amalannya dan memperbaiki diri setiap amalannya sehingga selalu ingat dan berpegang teguh pada ajaran Allah.

#3 Selalu menganggap diri penuh kekurangan


Seseorang jika sudah terbiasa bermuhasabah dia akan menganggap dirinya penuh kekurangan dan tidak tertipu dengan amal yang telah dilakukan. Karena dia akan menyadari beberapa hal yang menjadi kekurangannya. Hal ini juga akan menjadikan seseorang lebih tawdhu' dan selalu mendekat kepada Allah berharap mendapat ambunan dan ridho Allah SWT.

#4 Membuat seseorang tidak sombong


Sejalan dengan manfaat yang ketiga diatas, orang yang sering bermuhasabah selain menyadari banyak kekurangan atas dirinya, orang tersebut juga tidak akan sombong, sekalipun banyak amalan yang telah dikerjakan. Karena dibalik amalan yang dikerjakannya masih terdapat beberapa kekurangan.

Kita juga dapat mencontoh Muhammad bin Wasi’ rahimahullah, ia berkata:
لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ مَا قَدَرَ أَحَدٌ أَنْ يَجْلِسَ إِلَيَّ
Seandainya dosa memiliki bau, pasti tidak ada seorang pun yang ingin duduk dekat-dekat denganku.
[Muhasabah An-Nafs, hlmn 37, A’mal Al-Qulub, hlmn 373]

Dari kalimat tersebut dapat kita contoh bahwa orang yang senantiasa bermuhasabah akan menyadari bahwa masih terdapat dosa yang diperbuat baik itu yang dilakukan secara sengaja atau tidak disengaja.

#5 Waktu akan dimanfaatkan secara bijak


Di dalam kitab Tabyin Kadzbi Al-Muftari, hlmn 263, Ibnu ‘Asakir menceritakan tentang Al-Faqih Salim bin Ayyub Ar-Razi rahimahullah, bahwa dia terbiasa mengoreksi dirinya dalam setiap hembusan nafasnya. Dan dia tidak pernah membiarkan waktunya berlalu tanpa faedah. Jika kita menemuinya pasti Salim Ar-Razi sedang memanfaatkan waktunya dengan belajar atau membaca.

Dari pelajaran tersebut dapat kita ambil sikap untuk segera dan senantiasa melakukan muhasabah diri, mengingat manfaat yang besar dan sangat berarti seperti yang telah disebut di atas. Sehingga kita akan senantiasa berupaya untuk menjadi seseorang yang baik dan dekat dengan ridho Allah.

Semoga bermanfaat...


Donasi

0 Response to "Manfaat Muhasabah Diri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel