Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Di dalam Al-Quran kata ‘yatim’ disebut sebanyak 22 kali dan penggunaan kata-kata yatim tersebut cenderung merujuk kepada kemiskinan dan kekurangan. Artinya mereka yang berada dalam golongan yatim (anak yatim) memerlukan perhatian dan pembelaan serta tanggung jawab dari kita semua / masyarakat agar mereka bisa belajar dengan tenang, hidup layak dan bisa bergembira layakmya anak-anak yang lain yang mempunyai orang tua lengkap.
rbs.or.id-keutamaan-menyantuni-anak-yatim
rbs.or.id - Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Yatim berasal dari bahasa Arab, dari fi’il madli “yatama”, mudlori’ “yaitamu”, dan mashdar ”yatmu”, yang berarti : "sedih", atau dapat diartikan : "sendiri".

Para ahli fikih sependapat dengan ulama bahasa Arab yakni yatim berarti anak yang ditinggal wafat ayahnya dan belum baligh.

Kategori tersebut berdasarkan sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, ,dan salah satu pertanyaan diantaranya tentang batasan usia disebut yatim. Ibnu Abbas r.a. menjawab:

كَتَبْتَ تَسْأَلُنِي عَنِ الْيَتِيمِ مَتَى يَنْقَطِعُ عَنْهُ اسْمُ الْيُتْمِ وَإِنَّهُ لَا يَنْقَطِعُ عَنْهُ اسْمُ الْيُتْمِ حَتَّى يَبْلُغَ وَيُؤْنَسَ مِنْهُ رُشْدٌ
Dan kamu bertanya tentang anak yatim, kapan predikat yatim itu terputus, sesungguhnya predikat yatim tersebut putus apabila ia sudah baligh dan menjadi dewasa.
[HR. Muslim]

Sebagai manusia jangan sampai terlena dengan peringatan Allah, agar tidak berlaku semena-mena terhadap anak yatim. Firman Allah SWT. :

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ, وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah menghardiknya.
[QS. Ad-Dhuha (93) : 9-10]

Bahkan di dalam ayat yang lain Allah menilai seseorang berdusta jika telah menghardik anak yatim. Allah SWT. berfirman :

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ, فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ, وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang yang miskin."
[QS. Al-Ma'un (107) : 1-3]

Jangan sampai kita menjadi menusia yang mendustakan agama, jangan sampai shalat kita dusta, ibadah kita dusta, hanya karena kita berlaku semena-mena dan menghardik anak yatim. Bahkan kita dianjurkan untuk mengasihi anak yatim.

Terdapat beberapa keutamaan besar yang bisa didapat ketika mengasihi, meyayangi, menyantuni bahkan menanggung anak yatim, sebagaimana sudah jelas diriwayatkan dari hadits Rasulullah SAW., berikut diantaranya ;

#1. Memperoleh Kedekatan dengan Baginda Rasulullah SAW

Orang yang mengasihi anak yatim, di surga akan memperoleh kedekatan dengan baginda Rasulullah SAW., sabda Rasulullah SAW. ;

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا . وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini”, beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan agak merenggangkan antara keduanya.
[HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304]

Bagi seorang muslim yang ingin bersama dengan Rasulullah SAW. di surga, sangat disarankan untuk menyantuni anak yatim, Rasulullah SAW sudah memberikan janji surga bagi mereka bahkan diibaratkan seperti jarak antara jari telunjuk dengan jari tengah yang berdampingan tanpa ada pemisah jari yang lainnya.

Ibnu Hajar Al-Asqalanty Rahimahullah berkata, “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan pemberi santunan kepada anak yatim dan Nabi SAW., karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”

#2. Melunakkan Hati yang Keras

Seseorang yang menanggung dan mengasihi anak yatim, akan dilembutkan hatinya oleh Allah SWT. Kasih sayang dari seseorang yang dicurahkan pada anak yatim akan melembutkan hatinya karena secara realita kerasnya hati manusia dekat dengan akhlaq yg yang buruk seperti bakhil, dusta, dengki dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW. bersabda ;

أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ, وَ تُدْرَكَ حَاجَتُكَ ؟ اِرْحَمِ الْيَتِيْمَ, وَامْسَحْ رَأْسَهُ, وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ, يَلِنْ قَلْبُكَ, وَتُدْرَكْ حَاجَتُكَ
Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.
[HR. Al-Baniy, Shahih Al-Jami’, Abu Darda: 80]

#3. Terpenuhi Hajat/Kebutuhan Hidup

Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menyantuni anak yatim karena selain sebagai jaminan surga di akhirat kelak, Allah SWT. juga telah menjanjikan bahwa akan memenuhi kebutuhan hidup bagi seseorang yang menyantuni anak yatim. Dengan menyantuni anak yatim, layaknya seseorang yang bersedekah/menafkahkan barta di jalan Allah, dan Allah SWT juga akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim tersebut.

Sebagaimana FirmanNya ;

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.
[QS. Al-Anfal (8) : 60]

Donasi

#4. Mempertebal Iman dan Taqwa

Dengan berbuat baik dalam hal apapun, termasuk menyantuni anak yatim akan mempertebal kualitas iman dan taqwa seseorang. Pada hakikatnya orang yang beriman akan selalu mematuhi segala perintah Allah SWT. sehingga selalu berbuat baik, sebagaimana firman Allah SWT ;

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
[QS. Al-Baqarah (2) : 177]

#5. Mendatangkan Keberkahan di Dalam Rumah

Apabila di dalam rumah seseorang terdapat anak yatim, dia memperhatikan dan memperlakukan anak yatim tersebut dengan baik, maka akan terdapat banyak keberkahan pada rumah tersebut.

Rasulullah SAW. bersabda ;

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Sebaik-baik rumah kalangan kaum muslimin ialah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah kalangan kaum muslimin ialah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.”
[HR. Ibnu Majah No. 3669]

Namun, kita juga perlu memahami ayat di dalam Al-Qur'an yang terkandung lesan bahwa kita hendaknya tidak memanjakan amak yatim, harus kita didik sebaik mungkin agar menjadi anak yang berakhlaqul karimah. Selain itu sebagai orang yang dewasa juga wajib menjaga harta anak yatim tersebut jangan sampai harta menjadi sia-sia dan dipergunakan untuk hal-hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat. Kita wajib mengujinya hingga nanti anak tersebut beranjak dewasa. Sehingga nanti dia akan mengelola hartanya sendiri untuk dimanfaatkan dan dipergunakan untuk hal-hal yang ma'ruf.

Allah SWT. berfirman :

وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
Dan ujilah anak-anak yatim sampai mereka mencapai usia nikah. Apabila kalian menemukan kecerdasannya maka serahkanlah harta-harta itu kepada mereka. Dan janganlah kalian memakannya dengan berlebih-lebihan dan jangan pula kalian tergesa-gesa menyerahkannya sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (dari kalangan wali anak yatim itu) berkecukupan, maka hendaklah dia menahan diri dan barangsiapa yang miskin maka dia boleh memakan dengan cara yang baik. Apabila kalian menyerahkan harta-harta mereka, maka hadirkanlah saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).
[QS. An-Nisa (4) : 6]

Dan pada saat kita menguji anak tersebut hingga dewasa jangan sekali-kali memakan harta anak yatim, karenanya akan mendapat laknat dari Allah, bahkan harta anak yatim diibaratkan bagaikan api neraka.

Firman Allah SWT. ;

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
[An-Nisa (4) : 10]

Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi ini, dan diberikan anugerah untuk dapat selalu menyayangi anak yatim. Sehingga kita kelak dipertemukan dengan baginda Rasulullah SAW. di surganya Allah SWT., Aamiin...
Donasi

0 Response to "Keutamaan Menyantuni Anak Yatim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel