Perkara yang Dapat Membatalkan Puasa

Bulan Ramadhan ialah bulan suci dimana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Sebagaimana perintah Allah SWT.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
[QS. Al-Baqarah (2): 183]

Namun perlu kita perhatikan juga bahwa didalam berpuasa kita harus memahami beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut beberapa hal.yang dapag membatalkan puasa, diantaranya:
rbs.or.id-perkara-yang-membatalkan-puasa
rbs.or.id - Perkara yang Membatalkan Puasa

1. Jima’ (bersetubuh), Makan, dan Minum pada siang hari

Dasar hukum bahwa makan, minum, dan jima’ termasuk pembatal puasa adalah firman Allah berikut :
فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَٱشْرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلأسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ

Maka sekarang campurilah mereka (istri) dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga datang malam.
[QS. Al-Baqarah (2) : 187]

2. Mengeluarkan Mani yang Disertai Syahwat

Yang mendasari ketentuan tersebut adalah firman Allah Ta’ala di dalam hadits qudsi tentang puasa :
يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى
Ia tinggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku.
[HR. Muslim No.1151]

3. Segala Hal yang Menyerupai Makan dan Minum

Disini yang dimaksud dengan menyerupai makan dan minum adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh yang menjadikan pengganti makan, misalnya injeksi (infus) asupan yang membuat seseorang tidak membutuhkan makan dan minum. Meskipun hal tersebut bukan makanan dan minuman akan tetapi tetapi semakna dengan makan dan minum yang mana ia tidak lagi memerlukan makan dan minum dikarenakan oleh injeksi tersebut. Sesuatu yang menyerupai dengan hal lain, maka hukumnya adalah sebagaimana hal tersebut. Oleh karenanya tubuh tetap mendapatkan asupan dengan injeksi tersebut meskipun tubuh tidak memperoleh asupan dari sumber yang lain.

Namun ada juga semacam injeksi yang tidak memberikan asupan sehingga tidak menggantikan makan dan minum, maka hal ini tidak termasuk kedalam kategori yang membatalkan puasa sekalipun masuknya ke dalam pembuluh darah, otot, maupun organ tubuh yang lain.

Donasi

4. Muntah Secara Sengaja

Jika seseorang secara sengaja memuntahkan isi perutnya sehingga keluar dari mulutnya, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pembatal puasa.

Yang mendasari perkara tersebut sebagaimana riwayat hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda :
مَن اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ وَمَنْ ذَرَعَهُ القَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ
Barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka wajib mengqadha. Dan barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak ada qadha baginya.
[HR. Abu Dawud No.2380 dan Tirmidzi No.720]

Keuntungan dari dasar hukum tersebut adalah ketika seseorang muntah, maka perutnya akan kosong sehingga badan membutuhkan makanan yang akan mengisi perutnya yang kosong. Sedangkan di dalam tubuh memerlukan asupan makanan utk ketahanan tubuh terlebih dalam keadaan berpuasa sehari penuh.

5. Keluarnya Darah Karena Bekam

Hukum yang mendasari dari hal tersebut ialah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. :
أَفْطَرَ الحَاجِمُ وَالمَحْجُومُ
Orang yang membekam dan yang dibekam batal puasanya.
[HR. Bukhari No.1937 dan Tirmidzi No.774]

6. Keluarnya Darah Haidh atau Nifas

Hukum ini kategori khusus bagi para wanita yang sedang menjalankan puasa. Dari ketentuan tersebut, jika seorang wanita sudah berniat, dan mungkin sudah melaksanakan puasa baik setengah atau hampir penuh, namun tiba-tiba datan haidh, puasanya dianggap batal. Dasar hukumnya ialah sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW., tentang wanita:
أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ
Bukankah jika seorang wanita haidh maka ia tidak shalat dan tidak puasa.
[HR. Bukhari No.304 dan Muslim No.79]

Dari dasar tersebut juga para ulama rahimahumullah bersepakat bahwa puasanya seorang wanita yang haidh maupun nifas tidak sah.

Diatas adalah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa.

Semoga dengan adanya kita memahami hal-hal tersebut puasa kita menjadi sempurna. Wallahu A'lam...
Donasi

0 Response to "Perkara yang Dapat Membatalkan Puasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel